
SYAKBAN YANG TERLUPAKAN
Bulan Syakban....
yah bulan Syakban tlah datang bahkan hampir pergi, lagi2 dan lagi bulan ini terlupakan :(
Lagi lagi saya lupa berpuasa di bulan ini, saya lupa berbuat banyak kebaikan, padahal jauh dari hati yg paling dalam saya sadar betul betapa banyak dosa diri ini, saya lupa karena asyik dalam persoalan kehidupan, terbuai oleh kehidupan dunia yg tak berkesudahan, terbuai oleh gegap gempita dan hirukpikuk dunia yang ku tahu fana dan akan segera berakhir ini.. sehingga bulan Syakban datang dan pergi tanpa terasa dan tanpa disadari.
Dan kemudian datanglah bulan yg selalu kita nanti nanti, Bulan Ramadhan.
Akibatnya bulan Syakban yang terjepit antara dua bulan besar dan bulan penting itu ( Rajab dan Ramadhan) seakan-akan terlupakan.
Bulan Syakban adalah bulan yang diangkatkan Tuhan sgala amal-amalan kita, saya ingin diangkatkan amal-amal saya ketika sedang berpuasa. Untuk itulah walau sekarang sudah telat saya mencoba membuat tulisan yang membahas perihal bulan Syakban ini, lebih-lebih tentang yang selama ini kita kenal dengan Nisfu Syakban,. Agar besok klo saya lupa teman2 bisa mengingatkan ;D
eh iya besok hari ke-15 lo pren (16-08-08)..
puasa yah..!!!
Artikel ini saya dapat dari hasil browsing d dunia maya ini, berikut mau saya bagi dengan loe-loe pade..
duh bahasanye ;P
Nisfy Syakban adalah hari atau malam pertengahan bulan Syakban (15 Syakban).
Nisfu artinya setengah atau seperdua dan Syakban adalah bulan ke delapan dalam perhitungan tahun hijrah. Kata Syakban berasal dari data syi’ab atau jalan di atas gunung. Dikatakan Syakban karena di jalan itu ditemui berbagai jalan untuk menuju kebaikan-kebaikan.
Malam Nisfu Syakban dimuliakan oleh sebagian kaum Muslimin karena pada malam itu ada dua Malaikat Raqib dan Atib yang mencatat amal perbuatan manusia sehari-hari menyerahkan catatan-catatan amal tersebut kepada Allah SWT. Pada malam itu pula catatan-catatan itu ditukar dengan yang baru. Tentu kita ingin lembaran akhir sebagai penutup buku, kita isi dengan amal-amal shaleh dan sewaktu-waktu buku dan lembaran baru dibuka, kita lakukan pula amalan baru yang lebih shaleh, lebih bermanfaat, lebih berguna dan lebih tulus dan ikhlas.
Disamping itu menurut beberapa riwayat dan catatan yang saya peroleh, pada malam nisfu Syakban turun beberapa kebaikan dari Allah untuk Hamba-Nya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan itu antara lain berupa Syafaat (pertolongan), Maghfirah (keampunan), dan pembebasan manusia dari siksaan azab.
Dengan demikian malam nisfu syakban dinamakan juga malam syafaat malam maghfirah dan malam pembebasan.
Malam Syafaat, Imam Al-Gazali berkata pada malam ketiga belas Syakban Allah SWT memberikan kepada hamba-hambaNya sepertiga syafaat, pada malam 14 diberikan-Nya pula 2/3 syafaat dan pada malam ke 15 diberikan-Nya syafaat itu penuh. Hanya yang tidak memperoleh syafaat ialah orang-orang yang sengaja lari pari padaNya.
Malam Maghfirah karena pada malam itu Allah menurunkan keampunan-Nya kepada segenap penduduk bumi. Sabda Rasul : “Tatkala datang Nisfu Syakban Allah memberikan ampunan-Nya bagi penghuni Bumi, kecuali bagi orang yang syirik dan berpaling dari pada-Nya.”
Malam pembebasan ; karena pada malam itu Allah membebaskan manusia dari siksaan api neraka. Sabda Nabi pada Aisyiah :”Wahai Humaira’ apa yang engkau perbuat malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Syakban, dimana Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung memberikan kebebasan dari neraka Laksana banyaknya bulu kambing Bani Kalb, kecuali enam yaitu : orang yang tak berhenti minum khamar, orang yang mencerca kedua orang tuanya, orang yang membangun tempat berzina, orang yang suka menaikkan harga secara aniaya, petugas cukai yang tidak jujur, dan tukang fitnah.”
Bulan Syafaat telah tiba, bulan pertolongan pun telah datang, bulan keampunan dan bulan pembebasan, dan syafaat itu datang dari Allah. Dan Allah yang menentukan siapa yang akan diberikanNya syafaat dan siapa yang tidak. Marilah kita berlomba-lomba mencari dan mendapatkan pertolongan syafaat dari Allah. Bulan ini bulan Syakban. Pintunya terbuka lebar.
Datanglah padaNya, ketuklah pintu-Nya, beramal dan berbuat baiklah agar syafaat itu dicurahkanNya. Untuk itu semua saya teringat akan sebuah Firman Suci-Nya dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 44 :
“Katakanlah, “ Hanya kepunyaan Allah syafaat itu, semuanya kepunyaan-Nya, kerajaan langit dan Bumi. Kemudian kepada-Nyalah kami dikembalikan.”
Mari berpuasa..
mari kita sambut Ramadhan...
:)














0 komentar:
Posting Komentar